
Sriwijaya Fc Palembang kembali berhasil mempertahankan gelarnya sebagai juara COPA DJI SAM SOE 2009, namun kemenangan itu tidaklah seindah yang kita bayangkan bersama, Persipura Jayapura sebagai rivalnya harus mengundurkan diri dari pertandingan final di pertengahan babak kedua. Sungguh kemenangan yang mengecewakan pula tentunya untuk Rachmat Darmawan dan para pemain Sriwijaya FC.
Dari segi permainan memang kubu Sriwijaya FC unggul dalam ball possesion. Namun Persipura tidak takluk begitu saja, buktinya sampai akhir babak pertama skor masih dalam keadaan seimbang 0-0. Kedisiplinan pemain belakang kedua kesebelasan patut diacungi jempol. Namun petaka bagi Persipura setelah pada babak kedua menit ke 51, Anaoure Obiora ( Sriwijaya FC ) berhasil menjebol gawang Jendri Pitoy ( Persipura) lewat sundulan mautnya yang mengarah ke pojok sebelah kiri gawang Jendri Pitoy. Gol semata wayang itu tidak terlepas dari umpan gelandang andalan M. Nasruha yang mengoper umpan crosing ke kotak penalti Persipura.
Delapan menit kemudian insiden yang tidak kita harapkan pun terjadi, Kejadian ini berawal ketika kiper Ferry Rotinsulu menerjang Ian Kabes yang tengah membawa bola di dalam kotak penalti. Bola muntah hasil tabrakan itu pun langsung disambar oleh seorang pemain Persipura dan membentur tangan seorang pemain Sriwijaya. Dengan serentak para pemain Persipura kemudian mengangkat tangan dan mengklaim bahwa telah terjadi hands. Namun, menurut pengamatan wasit Purwanto tidak demikian. Menurutnya, tak ada pelanggaran yang terjadi dan oleh karenanya tak ada tendangan penalti. Hal tersebutlah yang memicu kemarahan kubu Persipura, sehingga ujung-ujungnya kubu Persipura harus meninggalkan lapangan dan mengakhiri pertandingan Final tersebut. Meski telah mengalami bujukan dari semua pihak, kubu Persipura tetap kokoh pada pendiriannya. Pertandingan pun berakhir, Sriwijaya FC berhasil keluar sebagai juara.
Sebagai penikmat sepakbola Indonesia kita semua tentunya kecewa dengan kejadian ini, Semoga kejadian serupa tidak kita harapkan lagi di masa-masa mendatang. Semua pihak harus mulai berbenah diri. PSSI, wasit, klub peserta dan panitia penyelenggara harus mulai berkaca. Semoga kejadian di Stadion Jaka Baring Palembang ( 28 Juni 2009 ) malam, tidak mengalami hal serupa seperti ini di masa-masa mendatang. BRAVO SEPAK BOLA INDONESIA.








